Ternyata Ini Bahan Dasar Plastik dan Cara Membuatnya

Ternyata Ini Bahan Dasar Plastik dan Cara Membuatnya

Dengan mengetahui bahan dasar plastik, kita bisa mengetahui apakah suatu produk plastik aman digunakan atau tidak. Mengingat bahwa saat ini plastik menjadi salah satu material yang mencemari lingkungan. Hal tersebut tidak terlepas dari jenis bahan yang digunakan.

Bahan dasar untuk plastik sendiri secara umum berupa kondensasi dari bahan organik atau tambahan polimer. Plastik merupakan produk polimerisasi sintetik maupun semi sintetik. Namun diantara polimer yang digunakan tersebut ada yang termasuk polimer alami. Plastik didesain dengan variasi yang cukup beragam dimana supaya dapat menoleransi panas, keras maupun lainnya.

Plastik dari Minyak Bumi

Jenis bahan dasar plastik yang pertama adalah dari minyak bumi. Bahan ini menjadi yang paling banyak digunakan dalam produksi plastik dunia. Dimana minyak mentah yang baru diangkat ke kilang minyak akan melalui proses permunian bersama gas alam. Hasil dari proses permunian tersebut adalah etana dan propana. Kemudian hasil tersebut akan dipecah dengan tungku dan memiliki sifat panas. Dalam proses ini akan membentuk etilana dan propilena.

Melalui sebuah reaktor, propilena dan etilana digabungkan dengan zat katalis agar membentuk zat seperti tepung atau disebut sebagai polimer plastik. Pada tahap selanjutnya dilakukan proses ekstrusi yang mana plastik berbentuk cair. Nah plastik yang berbentuk cair ini dibiarkan mendingin lalu pelletizer yakni proses pembentukan polimer menjadi pelet-pelet kecil. Pelet tersebutlah yang kemudian menjadi bahan pembuatan aneka produk plastik.

Plastik dari Tambahan Zat Karbon Dioksida

selain menggunakan bahan dasar dari minyak bumi, dalam proses pembuatan plastik baru-baru ini juga menggunakan tambahan zat karbon dioksida. Tepatnya pada Desember 2009 yang lalu perusahaan novomer mengumumkan bahwa telah dimulai awal komersialisasi bahan polypropylene karbonat atau PPC. Dimana zat tersebut merupakan gabungan antara karbondioksida dan minyak bumi.

Dengan adanya penambahan karbon dioksida, maka sumber minyak bumi yang digunakan dalam pembuatan plastik bisa dikurangi hingga separuhnya. Sehingga dalam hal ini dapat menghemat penggunaan sumber daya alam yang ada. Selain itu dari sisi proses pembuatannya tidak jauh berbeda dengan pembuatan plastik dengan bahan dasar minyak bumi.

Plastik dari Tongkol Jagung

Penemuan plastik dari tongkol jagung ternyata merupakan inovasi baru bahan dasar plastik untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui. Menggunakan bahan ini ternyata dinilai lebih ramah lingkungan. Gula karbohidrat yang terkandung dalam jagung dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan plastik polylatide polimer.

Untuk proses pembuatannya memang tidak jauh berbeda dengan pembuatan plastik pada umumnya. Hanya saja bahan yang digunakan berupa tongkol jagung. Sayangnya bahan ini akan membuat plastik meleleh ketika dipanaskan pada suhu 114 derajat Celcius. Sehingga penggunaan minyak bumi masih digunakan hingga saat ini.

Selain menggunakan jagung, para ilmuwan juga terus mencari alternatif penggunaan senyawa lain agar bisa menggantikan peran minyak bumi dalam proses pembuatan plastik. Karena harapannya di masa depan, pembuatan bahan plastik dari bahan bahan organik lebih diutamakan mengingat plastik dari bahan organik lebih ramah lingkungan serta lebih mudah terurai.

Secara umum, hingga saat ini plastik masih dibuat dengan menggunakan minyak bumi mentah yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan produk plastik dengan aneka variasi. Harga produk masih sendiri yang terbuat dari material sintetis dinilai lebih murah daripada plastik dari bahan organik. Sehingga minat masyarakat terhadap plastik sintetis hingga saat ini juga masih tinggi. Mungkin itulah sedikit informasi yang bisa kami sampaikan tentang bahan dasar plastik dan proses pembuatannya.